Thursday, August 16, 2012

Askep Demam Thipoid Pada Anak


Seperti yang telah dimuat pada artikel Demam Thipoid Pada Anak, demam thipoid merupakan penyakit menular yang bersifat akut, ditandai dengan bakterimia, perubahan yang bersifat difus pada sistem retikuloendotelial, pembentukan mikroabses dan ulserasi Nodus peyer di distalileum. Pada masyakarat Indonesia, thipoid dikenal sebagai penyakit tipusatau tifus. Asuhan Keperawatan atau Askep Demam Thipoid Pada Anak dilakukan dengan beberapa tahap, dimulai dengan pemeriksaan awal untuk mengetahui jenis demam yang dialamianak.
Pemeriksaan awal ini meliputi:
Pemeriksaan Darah Perifer Lengkap
Dapat ditemukan leukopeni, dapat pula leukositosis atau kadar leukosit normal. Leukositosis dapat terjadi walaupun tanpa disertai infeksi sekunder.
Pemeriksaan SGOT dan SGPT
SGOT dan SGPT sering meningkat, tetapi akan kembali normal setelah sembuh. Peningkatan SGOT dan SGPT ini tidak memerlukan penanganan khusus
Pemeriksaan Uji Widal
Uji Widal dilakukan untuk mendeteksi adanya antibodi terhadap bakteri Salmonella Typhi. Uji Widal dimaksudkan untuk menentukan adanya aglutinin dalam serum penderita Demam Tifoid. Akibat adanya infeksi oleh Salmonella typhi maka penderita membuat antibodi (aglutinin) yaitu:
  • Aglutinin O: karena rangsangan antigen O yang berasal dari tubuh bakteri
  • Aglutinin H: karena rangsangan antigen H yang berasal dari flagela bakteri
  • Aglutinin Vi: karena rangsangan antigen Vi yang berasal dari simpai bakter.
Dari ketiga aglutinin tersebut hanya aglitinin O dan H yang digunakan untuk diagnosis Demam Tifoid. Semakin tinggi titernya semakin besar kemungkinan menderita Demam Tifoid. (Widiastuti Samekto, 2001).

Biang Keringat Pada Bayi


Biang keringat dalam ilmu kesehatan disebut dengan istilah miliaria. Awam sering menyebutnya keringat buntet atau prickle heat. Merupakan kelainan kulit yang sering ditemukan pada bayi dan balita, kadang orang dewasa. Gangguan kesehatan kulit ini disebabkan produksi keringat yang berlebihan, disertai sumbatan pada saluran kelenjar keringat. Biasanya anggota badan yang diserang adalah dahi, leher, kepaladada, punggung, atau tempat-tempat tertutup yang mengalami gesekan dengan pakaian.
Keluhan yang timbul biasanya berupa rasa gatal seperti ditusuk-tusuk, kulit kemerahan dan disertai gelembung-gelembung kecil berisi cairan jernih seperti kristal bening (1-2 mm). Gelembung bisa tersebar di seluruh permukaan kulit atau berkelompok pada bagian tertentu saja.
Penyebab Biang Keringat Pada Bayi
  1. Udara yang panas dan lembab pada ruangan dengan ventilasi kurang baik.
  2. Memakai pakaian yang terlalu tebal dan ketat. Tekanan dan gesekan pakaian berpengaruh meningkatkan suhu tubuh.
  3. Aktivitas yang berlebihan pada anak kecil, misalnya ketika sedang bermain.
  4. Badan panas atau demam.
Pencegahan Biang Keringat Pada Bayi
Untuk menjaga kesehatan kulit bayi agar terhindar dari biang keringat, dapat dilakukan dengan tindakan perawatan sebagai berikut:
  1. Mandikan bayi secara teratur 2 kali sehari.
  2. Bila berkeringat, seka tubuh bayi sesering mungkin dengan handuk, lap kering, atau waslap basah. Jika dengan waslap basah, sesudahnya keringkan dengan handuk lembut. Setelah itu, lipatan-lipatan tubuhnya boleh ditaburi bedak bayi tipis-tipis. Lebih baik jika bedak khusus untuk biang keringat.
  3. Hindari pemakaian bedak berulang-ulang tanpa mengeringkan keringat terlebih dahulu karena dapat memperparah penyumbatan dan memudahkan terjadinya infeksi bakteri atau jamur.
  4. Sebaiknya kenakan pakaian katun untuk anak-anak. Jangan mengonsumsi makanan dan minuman yang masih panas.
Penanggulangan Biang Keringat Pada Bayi
  1. Pada pripsipnya, perawatan biang keringat tak perlu pengobatan khusus. Cukup dengan merawat kulit bayi secara benar dan bersih.
  2. Bila biang keringat berupa gelembung kecil tanpa kemerahan pada kulit, kering, dan tanpa keluhan, bayi cukup diberi bedak tabur/bedak kocok segera setelah mandi.
  3. Jika biang keringat menjadi luka yang basah, jangan dibedaki karena akan timbul gumpalan-gumpalan yang memperparah sumbatan kelenjar keringat dan menjadi sarang kuman yang dapat menyebabkan infeksi. - Untuk keluhan yang parah, gatal, pedih, luka atau lecet, rewel dan sulit tidur, segera bawa ke dokter.
  4. Bila timbul bisul, jangan dipijit karena kuman akan menyebar dan meluas ke permukaan kulit lainnya.

Saturday, March 20, 2010

Waktu tidur bayi - balita

Bayi membutuhkan tidur lebih banyak dari orang dewasa. Tulisan ini sengaja di berikan di bayianak.com karena ada seorang teman yang khawatir dengan pola tidur sang bayi. mudah-mudahan tulisan ini bisa bermanfaat. (baca juga Alfa protein untuk kenyamanan tidur bayi)

Setiap usia bayi membutuhkan waktu tidur yang berbeda-beda. tidak sama. maka sesuaikan dengan usia bayi. Berikut ini lama waktu tidur bayi berdasarkan usianya :sumber http://www.idai.or.id
Kebutuhan tidur untuk Usia 0-2 bulan
Jumlah tidur yang dibutuhkan : 10,5 - 18 jam / hari
Sifat tidur
  • Pola tidur yang tidak teratur (hingga usia 6-8 minggu) yang berhubungan dengan rasa lapar
  • Periode tidur yang multipel pada siang dan malam hari
  • Tidurnya bersifat aktif : tersenyum, menghisap, pergerakan badan
Hal-hal penting yang berhubungan dengan kemampuan tidur :